Filed under: Ngalor Ngidul
Aku adalah seuntai dawai kecapi tua yang letih
Namun,…
Ketika roda dunia berhenti
Kita seharusnya tidur sejenak
Sampai menjelang pagi hari
Berikutnya hadir didepan kita,
dan kita semestinya,
dihidupkan pada irama musik yang baru
- Rumi -
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – — – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - -
Catatan dibulan april ‘07
Aku tak mengerti, mengapa pikiranku kembali dipenuhi oleh sesosok bayangan. Bayangan seseorang yang sudah hampir beberapa bulan ini, mulai bisa aku lupakan.
Aku lelah….
Hatiku, jiwa dan ragaku teramat lelah
Mencari dan menanti ….
Sebuah kepastian yang tidak kunjung ku dapatkan
Masalah ini amat sangat menyiksaku. Masalah yang menjadi masalah, karena aku membuatnya menjadi masalah. Padahal bisa saja aku membuatnya bukan masalah. Ah, bukannya ini berarti aku mencari masalah sendiri namanya.
Tapi bukankah hati tak bisa dikendalikan dan dipaksaan ???
Sudah berulang kali aku berusaha menegarkan diri. “Semua akan terjawab dan membaik seiring berjalannya waktu”. Tapi masihkah cukup waktu untukku ??
“Maafkan bila kehadiranku menjadi bebanmu.”
Kataku padamu dalam keputus asaan.
Lama aku menunggu…., satu menit, dua menit, tiga menit. Tapi…, kau belum juga menjawabnya.
Aku mengeliat kembali dalam keputus asaan.
“Kamu tidak membebaniku, maafkan kalau aku sering menyakitimu. Kamu jangan marah y…”
Akhirnya….., setelah aku mulai lelah menunggu. Tapi ….. ini maksudnya apa? kau ingin berkata apa? Apa maksudnya “Tidak membebani, maafkan dan Jangan marah” ? Kau ingin aku bagaimana?
Apakah itu sebuah jawaban ? Mengapa lebih menyerupai teka teki bagiku….
Aku berusah keras menafsirkan dan memecahkan arti tiap kata – katamu. Kubaca satu persatu….. Lagi, lagi, dan lagi….
Ah, aku masih belum menemukan maknanya. Kata – katamu membuatku semakin terhanyut dalam arus ketidak pastian.
Kau memang menyakitiku, dengan mendamparkanku dalam tepian ruang gelap hampa tak berudara bernama “KETIDAK PASTIAN.”
Kau menyakitiku dengan membiarkanku dan memaksaku untuk terus berjalan didalamnya. Membiarkanku seperti orang bodoh mencari sesuatu yang tak ada. Dan kau hampir membunuhku didalamnya.
Aku ingin kau menyelamatkanku dan mengeluarkanku dari ruang itu. Dengan cara apapun termasuk dengan “KEJUJURAN YANG PAHIT!.” Jeritku dalam hati.
Ah…. andai bisa kuteriakkan kata – kata itu padamu.
Tapi, ………………
“Aku tidak marah, aku berterima kasih padamu karena kau telah menjadi salah satu guru kehidupan yang baik untukku.”
Kata – kata itu yang akhirnya keluar dariku. Maafkan aku diriku…
Berharap jawabanku dapat menenangkanmu, meringankan langkahmu dan melepaskanmu dari jerat – jerat ketidakpastian ini. Sebuah harapan yang sama untukku agar aku bisa berdamai dengan jiwaku sendiri.
Aku lega,…. teramat lega, karena aku masih sedikit mempunyai ketegaran dan harga diri dalam kata – kataku.
Walau itu menyesakkanku, … tanpa terasa kabut menyelimuti pandanganku. Satu persatu air hangat menetes dipipiku, dan semakin lama semakin deras.
Ya Rabb….! Izinkan aku menangisinya hari ini,
Mencurahkan semuanya…….
Menyapunya dengan airmataku.
Biarkan mendung kali ini menjadi hujan yang akan menyuburkan ladang jiwaku dengan kesabaran dan ketawakalan.
Dan esok aku akan tersenyum kembali dengan penuh rasa syukur atas hari ini.
Doaku agar kau kan selalu bahagia
Agar kau temui insan tulus menyayangimu
Lepaskanlah diriku karna keridhoanmu
Bukan karna dendam cuma karna kau terpaksa
Kutinggalkan memori bersamamu
Ku undur diri bersama harapan
Tidak kesampaian cinta kita
Kubawa harapan Kupendamm rahasia
Ku dikejauhan mendoakan
Agar kau bahagia tiada lagi duka
Daku rela mengundur diri
Kupasti dikau kan pahami
Tiada penyesalan kasih ku korbankan
Andai tlah tertulis….. Ku terima
Ini bukannya ku pinta
Lirik lagu harapan itu adalah sebuah doa tulus dariku, mengiringi keputusanku………
Pergilah rinduku
Hilangkan dirimu
Tak sanggup menanggung derita dikalbuku
Pergilah sayangku
Bangunlah semula
Semangat cintaku membara
Karna dia tiada niatku
Maafkan aku duhai kasih
Izinkan ku pergi……
Note :
Tulisan ini kuperuntukan untuk yang sama-sama menyukai Pelangi dan Wangi daun teh, My eldes sister from KL (sudah mencium aroma tanah saat pertama kali tersiram hujan?).
“Thanks b9t Eldest sis!, atas kiriman lagunya. Lirik lagunya menyentuh hatiku, membantuku menemukan kembali harapan.”
3 Comments so far
Leave a comment
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Satu karangan yg membuat aku menangis Yani. Kau mengingati ku pada seseorang Yani.Anyway thanks…Lurve u Yanie!!!
Comment by fifi May 30, 2007 @ 4:18 amSeandainya dunia itu tanpa keindahan ambisi…, mungkin tidak akan ada nafsu yang terukir.. biarlah kesunyian sebagai penghubung rasa kebahagiaan disaat nanti.., rasa memang nyata ada tapi bukan sebagai alasan…
Keep rock n roll….girls..
Comment by dapriyadi May 31, 2007 @ 4:50 amThanks eldest sis!. Mengingatkan pada siapa y ???
Comment by Yani June 5, 2007 @ 7:00 amBut… love u to!!!