Filed under: Ngalor Ngidul
Saat cinta berpaling
Saat prahara kehidupan datang
Saat ujian – ujianNya
Mengguncang jiwa
Kemana seorang wanita harus mencari kekuatan
Agar hati terus bertasbih?
(more…)
Filed under: Ngalor Ngidul
-Usher-
If love was a bird
Then we wouldn’t have wings
If love was a sky
We’d be blue
If love was a choir
You and I could never sing
Cause love isn’t for me and you
If love was an Oscar
You and I could never win
Cause we can never act out our parts
If love is the Bible
Then we are lost in sin
Because its not in our hearts
So why don’t you go your way
And I’ll go mine
Live your life, and I’ll live mine
Baby you’ll do well, and I’ll be fine
Cause we’re better off, separated
If love was a fire
Then we have lost the spark
Love never felt so cold
If love was a light
Then we’re lost in the dark
Left with no one to hold
If love was a sport
We’re not on the same team
You and I are destined to lose
If love was an ocean
Then we are just a stream
Cause love isn’t for me and you
So why don’t you go your way
And I’ll go mine
Live your life, and I’ll live mine
Baby you’ll do well, and I’ll be fine
Cause we’re better off, separated
Girl I know we had some good times
It’s sad but now we gotta say goodbye
Girl you know I love you, I can’t deny
I can’t say we didn’t try to make it work for you and I
I know it hurts so much but it’s best for us
Somewhere along this windy road we lost the trust
So I’ll walk away so you don’t have to see me cry
It’s killing me so, why don’t you go
So why don’t you go your way
And I’ll go mine
Live your life, and I’ll live mine
Baby you’ll do well, and I’ll be fine
Cause we’re better off, separated
Filed under: Ngalor Ngidul
Kutingalkan
sebuah asa
pada seseorang
yang dulu
menungguku
dibawah rinai hujan
sendirian
….. dan kedinginan
===================================================
Hujan hari ini membawaku kembali pada sebuah kenangan. Pada seseorang yang dulu setia menungguku dibawah rinai hujan. Entahlah ini sebuah kebetulan atau memang telah menjadi skenario-Nya. Banyak sekali kenangan bersamanya… “SAAT HUJAN.”
Kali pertama dia menyapaku adalah saat hujan sore hari yang menyirami bumi. Seperti kali pertama dia memberikan kesan dihati. Walau cukup singkat, tapi taman hatiku mulai bersemi… ‘SAAT HUJAN.”
Itu kali pertama kami berbicara, tapi itu juga kali terakhir aku mau berbicara dengannya. Bukan karena dia tidak lagi mau mencoba menyapaku, sudah cukup sering dia mencoba menyapaku kembali. Tapi aku….., aku hanya memandangnya dan berlalu. Ada banyak alasan bagiku untuk menghindari pesonanya.
Aku cukup senang walau hanya memandangnya dari jauh, melihat dan merasakan keindahannya. Aku tidak berani mengartikan setiap pandangannya padaku setiap kali kami bertemu. Tapi aku menyadari satu hal, dia selalu menunggu ditempat yang sama, tempat dimana aku bisa memandangnya dan dia memandangku.
Hingga pada suatu masa, saat dimana kita benar-benar tidak akan pernah berjumpa lagi. Sore itu seperti kali pertama dia menyapaku, tapi kali ini dia hanya memandangku. Pandangan yang sangat sulit sekali kuartikan.
“Terlukakah kau karenaku….. ?.”
Aku tidak bisa melupakan pandangan itu, pandangan dari seorang lelaki dibawah rinai hujan. Kenangan terakhir bersamanya … “SAAT HUJAN.”
Maaf….. telah terlanjur kutanam benih kebencian dihatimu.
Kusadar ada furqon antara kita.
Masih tersimpan jelas dalam kenangan
atas segala sumpah serapahmu,
dari lirikan sinismu pada jalanku.
Perlahan kurapatkan jaketku, tak kuhiraukan rintik hujan yang membasahi. Dan kubiarakan angin malam mempermainkan jilbabku. Aku terus melangkah, kubiarkan diriku menyatu dengan rintik hujan, merasakan dingin dari tetesan lembutnya.
Sudah banyak hujan yang telah berlalu. Tapi kau masih disana disudut hatiku.
Terimakasih lelakiku, yang setia menunggu “SAAT HUJAN” dimanapun kau berada saat ini. Maafkan aku, semakin jauh meninggalkanmu…..