“Nyanyian Taman Sunyi……”


AIRMATA WANITA
July 24, 2007, 1:38 am
Filed under: Ngalor Ngidul

Saat cinta berpaling
Saat prahara kehidupan datang

Saat ujian – ujianNya

Mengguncang jiwa

 
Kemana seorang wanita harus mencari kekuatan
Agar hati terus bertasbih?

 
Continue reading



KARENA AKU….
June 25, 2007, 2:03 am
Filed under: Renungan

Kita sudah belajar terbang diudara seperti burung

Dan belajar berenang didasar laut seperti ikan

Sekarang yang harus kita pelajari adalah

Berjalan didunia sebagai manusia

Ini adalah proses dimana kita belajar

Mencintai hidup dengan hati yang tulus

Belajar lebih manusiawi

Dari waktu kewaktu

– Charles Kingsley –

Continue reading



SEPARATED
June 20, 2007, 2:23 am
Filed under: Ngalor Ngidul

-Usher-

If love was a bird
Then we wouldn’t have wings
If love was a sky
We’d be blue
If love was a choir
You and I could never sing
Cause love isn’t for me and you
If love was an Oscar
You and I could never win
Cause we can never act out our parts
If love is the Bible
Then we are lost in sin
Because its not in our hearts
So why don’t you go your way
And I’ll go mine
Live your life, and I’ll live mine
Baby you’ll do well, and I’ll be fine
Cause we’re better off, separated
If love was a fire
Then we have lost the spark
Love never felt so cold
If love was a light
Then we’re lost in the dark
Left with no one to hold
If love was a sport
We’re not on the same team
You and I are destined to lose
If love was an ocean
Then we are just a stream
Cause love isn’t for me and you
So why don’t you go your way
And I’ll go mine
Live your life, and I’ll live mine
Baby you’ll do well, and I’ll be fine
Cause we’re better off, separated
Girl I know we had some good times
It’s sad but now we gotta say goodbye
Girl you know I love you, I can’t deny
I can’t say we didn’t try to make it work for you and I
I know it hurts so much but it’s best for us
Somewhere along this windy road we lost the trust
So I’ll walk away so you don’t have to see me cry
It’s killing me so, why don’t you go
So why don’t you go your way
And I’ll go mine
Live your life, and I’ll live mine
Baby you’ll do well, and I’ll be fine
Cause we’re better off, separated



SAAT HUJAN…..
June 18, 2007, 8:00 am
Filed under: Ngalor Ngidul

Kutingalkan
sebuah asa
pada seseorang
yang dulu
menungguku
dibawah rinai hujan
sendirian
….. dan kedinginan
===================================================
Hujan hari ini membawaku kembali pada sebuah kenangan. Pada seseorang yang dulu setia menungguku dibawah rinai hujan. Entahlah ini sebuah kebetulan atau memang telah menjadi skenario-Nya. Banyak sekali kenangan bersamanya… “SAAT HUJAN.”

Kali pertama dia menyapaku adalah saat hujan sore hari yang menyirami bumi. Seperti kali pertama dia memberikan kesan dihati. Walau cukup singkat, tapi taman hatiku mulai bersemi… ‘SAAT HUJAN.”

Itu kali pertama kami berbicara, tapi itu juga kali terakhir aku mau berbicara dengannya. Bukan karena dia tidak lagi mau mencoba menyapaku, sudah cukup sering dia mencoba menyapaku kembali. Tapi aku….., aku hanya memandangnya dan berlalu. Ada banyak alasan bagiku untuk menghindari pesonanya.

Aku cukup senang walau hanya memandangnya dari jauh, melihat dan merasakan keindahannya. Aku tidak berani mengartikan setiap pandangannya padaku setiap kali kami bertemu. Tapi aku menyadari satu hal, dia selalu menunggu ditempat yang sama, tempat dimana aku bisa memandangnya dan dia memandangku.

Hingga pada suatu masa, saat dimana kita benar-benar tidak akan pernah berjumpa lagi. Sore itu seperti kali pertama dia menyapaku, tapi kali ini dia hanya memandangku. Pandangan yang sangat sulit sekali kuartikan.

“Terlukakah kau karenaku….. ?.”

Aku tidak bisa melupakan pandangan itu, pandangan dari seorang lelaki dibawah rinai hujan. Kenangan terakhir bersamanya … “SAAT HUJAN.”

Maaf….. telah terlanjur kutanam benih kebencian dihatimu.
Kusadar ada furqon antara kita.
Masih tersimpan jelas dalam kenangan
atas segala sumpah serapahmu,
dari lirikan sinismu pada jalanku.

Perlahan kurapatkan jaketku, tak kuhiraukan rintik hujan yang membasahi. Dan kubiarakan angin malam mempermainkan jilbabku. Aku terus melangkah, kubiarkan diriku menyatu dengan rintik hujan, merasakan dingin dari tetesan lembutnya.

Sudah banyak hujan yang telah berlalu. Tapi kau masih disana disudut hatiku.
Terimakasih lelakiku, yang setia menunggu “SAAT HUJAN” dimanapun kau berada saat ini. Maafkan aku, semakin jauh meninggalkanmu…..



IZINKAN AKU PERGI……
May 30, 2007, 2:57 am
Filed under: Ngalor Ngidul

Aku adalah seuntai dawai kecapi tua yang letih
Namun,…
Ketika roda dunia berhenti
Kita seharusnya tidur sejenak
Sampai menjelang pagi hari

Berikutnya hadir didepan kita,
dan kita semestinya,
dihidupkan pada irama musik yang baru
– Rumi –
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – — – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Catatan dibulan april ‘07

Aku tak mengerti, mengapa pikiranku kembali dipenuhi oleh sesosok bayangan. Bayangan seseorang yang sudah hampir beberapa bulan ini, mulai bisa aku lupakan.

Aku lelah….
Hatiku, jiwa dan ragaku teramat lelah
Mencari dan menanti ….
Sebuah kepastian yang tidak kunjung ku dapatkan

Masalah ini amat sangat menyiksaku. Masalah yang menjadi masalah, karena aku membuatnya menjadi masalah. Padahal bisa saja aku membuatnya bukan masalah. Ah, bukannya ini berarti aku mencari masalah sendiri namanya.

Tapi bukankah hati tak bisa dikendalikan dan dipaksaan ???

Sudah berulang kali aku berusaha menegarkan diri. “Semua akan terjawab dan membaik seiring berjalannya waktu”. Tapi masihkah cukup waktu untukku ??

“Maafkan bila kehadiranku menjadi bebanmu.”
Kataku padamu dalam keputus asaan.

Lama aku menunggu…., satu menit, dua menit, tiga menit. Tapi…, kau belum juga menjawabnya.

Aku mengeliat kembali dalam keputus asaan.

“Kamu tidak membebaniku, maafkan kalau aku sering menyakitimu. Kamu jangan marah y…”

Akhirnya….., setelah aku mulai lelah menunggu. Tapi ….. ini maksudnya apa? kau ingin berkata apa? Apa maksudnya “Tidak membebani, maafkan dan Jangan marah” ? Kau ingin aku bagaimana?

Apakah itu sebuah jawaban ? Mengapa lebih menyerupai teka teki bagiku….

Aku berusah keras menafsirkan dan memecahkan arti tiap kata – katamu. Kubaca satu persatu….. Lagi, lagi, dan lagi….

Ah, aku masih belum menemukan maknanya. Kata – katamu membuatku semakin terhanyut dalam arus ketidak pastian.

Kau memang menyakitiku, dengan mendamparkanku dalam tepian ruang gelap hampa tak berudara bernama “KETIDAK PASTIAN.”

Kau menyakitiku dengan membiarkanku dan memaksaku untuk terus berjalan didalamnya. Membiarkanku seperti orang bodoh mencari sesuatu yang tak ada. Dan kau hampir membunuhku didalamnya.

Aku ingin kau menyelamatkanku dan mengeluarkanku dari ruang itu. Dengan cara apapun termasuk dengan “KEJUJURAN YANG PAHIT!.” Jeritku dalam hati.
Ah…. andai bisa kuteriakkan kata – kata itu padamu.

Tapi, ………………

“Aku tidak marah, aku berterima kasih padamu karena kau telah menjadi salah satu guru kehidupan yang baik untukku.”

Kata – kata itu yang akhirnya keluar dariku. Maafkan aku diriku…

Berharap jawabanku dapat menenangkanmu, meringankan langkahmu dan melepaskanmu dari jerat – jerat ketidakpastian ini. Sebuah harapan yang sama untukku agar aku bisa berdamai dengan jiwaku sendiri.

Aku lega,…. teramat lega, karena aku masih sedikit mempunyai ketegaran dan harga diri dalam kata – kataku.

Walau itu menyesakkanku, … tanpa terasa kabut menyelimuti pandanganku. Satu persatu air hangat menetes dipipiku, dan semakin lama semakin deras.

Ya Rabb….! Izinkan aku menangisinya hari ini,
Mencurahkan semuanya…….
Menyapunya dengan airmataku.
Biarkan mendung kali ini menjadi hujan yang akan menyuburkan ladang jiwaku dengan kesabaran dan ketawakalan.
Dan esok aku akan tersenyum kembali dengan penuh rasa syukur atas hari ini.

Doaku agar kau kan selalu bahagia
Agar kau temui insan tulus menyayangimu
Lepaskanlah diriku karna keridhoanmu
Bukan karna dendam cuma karna kau terpaksa

Kutinggalkan memori bersamamu
Ku undur diri bersama harapan

Tidak kesampaian cinta kita
Kubawa harapan Kupendamm rahasia
Ku dikejauhan mendoakan
Agar kau bahagia tiada lagi duka

Daku rela mengundur diri
Kupasti dikau kan pahami

Tiada penyesalan kasih ku korbankan
Andai tlah tertulis….. Ku terima
Ini  bukannya ku pinta

Lirik lagu harapan itu adalah sebuah doa tulus dariku, mengiringi keputusanku………

Pergilah rinduku
Hilangkan dirimu
Tak sanggup menanggung derita dikalbuku

Pergilah sayangku
Bangunlah semula
Semangat cintaku membara
Karna dia tiada niatku
Maafkan aku duhai kasih
Izinkan ku pergi……

Note :
Tulisan ini kuperuntukan untuk yang sama-sama menyukai Pelangi dan Wangi daun teh, My eldes sister from KL (sudah mencium aroma tanah saat pertama kali tersiram hujan?).
“Thanks b9t Eldest sis!, atas kiriman lagunya. Lirik lagunya menyentuh hatiku, membantuku menemukan kembali harapan.”



KALI PERTAMA …PERTAMA KALI
May 24, 2007, 9:25 am
Filed under: Ngalor Ngidul

Hari ini kali pertama (Pertama kali) aku mempublishkan blogku.

Akhirnya bisa juga aku membuat blog. Sebuah pengalaman dan pengetahuan yang baru bagiku. Dan tidak pernah terlintas sebelumnya dalam benakku.

Hari ini juga kali pertama (pertama kali) aku menerima saran dan pujian atas blog baruku. Hiks… hiks…hiks… sungguh membuatku terharu dan amat sangat mengharu biru (haiya! terlalu mendramatisir banget gak sieh).

Tapi sungguh, aku berterima kasih kepada kalian ( 3 komentator ku di kali pertama ini). Saran kalian menginspirasi diriku kembali.

  1. Untuk aki… tentang filosofi airnya (really! I never thinks about it before) padahal itu jelas-jelas sering aku temui dikehidupan sehari-hari. Ah! mungkin benar kata pepatah “Semut diseberang lautan kelihatan sedang gajah dipelupuk mata tidak kelihatan (hi…hi…hi… jelas aja kalau gajah bener-bener tepat didepan mata kita…. Ya! SECARA gitu loh… kebayang g sieh badan gajah yang segede ….? GAJAH!!! wuaha….ha….ha…..)
  2. Untuk beruang madu…. Aduh bingung juga jawabnya nieh. Yang jelas diri dan jiwa kamu adalah milikmu sendiri, tinggal bagaimana kamu menginginkan dirimu ingin menjadi seperti apa. Air..?? atau…. Api ??, Atau bahkan bukan kedua-duanya??. Mungkin hanya satu saranku, “Ketika kau menjadi api, aku berharap itu tidak akan membakarmu. Ketika kau menjadi air, aku juga berharap kau tidak terseret arusnya.” Jangan membakar hati dan jiwamu dengan dendam dan ketidakpuasan hati pada sebuah realita. Dan jangan menghanyutkan diri dan jiwamu pada apa yang telah terjadi, yang mendamparmu dalam tepian penyesalan. Kamu tahu maksudku khan. Tapi mengenai tafsiran kamu….. Masa sieh ???? (wuaha…ha..ha…)
  3. Untuk lil sis, hmm…… saran yang amat panjang. Tapi juga amat membantuku. Thanks lil sis. Aku akan mencobanya. Dan satu lagi…. bila memang akhirnya ada penyesalan aku akan mencoba berfilosofi pada nasi yang menjadi bubur. Aku akan menambahkan : krupuk, ayam, bawang goreng, kuah, kecap dan sambal….. Aduh! jadi lapar…..

Terima kasih untuk kalian semua, pada saran dan pujiannya. Kalian puji aku setengah mati, dan aku mati setengah-setengah karena kalian (he..he..he..).

Aza… aza… Fighting!!!

Bersemangat!!!



Keberhasilan
May 21, 2007, 9:41 am
Filed under: Renungan

Keberhasilan sebenarnya adalah tentang memilih yang baik diantara yang buruk, membuat sumbangan positif kepada dunia disekitarmu, dan menghargai hal-hal yang benar-benar penting seperti keluarga dan teman.

Note : “Apakah kita sudah berhasil? tanyakan pada nuranimu yang terdalam”